Kota Malang, www.jatimkukini.com – World Clean Up Day (WCD) yang diperingati secara serempak di seluruh dunia pada tanggal 20 September merupakan kegiatan aksi bersih-bersih serentak seluruh dunia yang diikuti oleh lebih dari 180 negara sejak tahun 2018. Kegiatan WCD bertujuan untuk menyatukan masyarakat dari berbagai dunia untuk membersihkan sampah dunia dari permasalahan sampah. Momentum mendunia tersebut juga digelar Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.
Gerakan yang berawal dari aksi lokal bertajuk Let’s Do It! 2008 dan diinisiasi oleh organisasi Let’s Do It Estonia di negara Estonia ini dengan menerjunkan 5.000 relawan untuk membersihkan seluruh negeri dalam waktu 5 jam. Ternyata, efek domino dari aksi tersebut menginsipirasi negara lain untuk mengadopsi hal serupa. Termasuk di Indonesia ini dan ditularkan hingga daerah-daerah.
Tahun 2026, WCD Indonesia mengusung tema “Aksi Bersih, Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”. Tagline ini sebagai momentum dalam menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia serta enyongsong Hari Sumpah Pemuda. Tema ini menjadi penguat bahwa kebersihan adalah agenda strategis nasional dalam mewujudkan Indonesia sehat, bersih dan berkelanjutan.
Kementrian Lingkungan Hidup / BadanPengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendukung pelaksanaan WCD Indonesia sebagai ajang untuk memperkuat kesadaran publik, mendorong perubahan perilaku dan mempercepat pencapaian target pembangunan Nasional di bidang Lingkungan Hidup sekaligus memperkuat implementasi Program Adipura. Kegiatan WCD Indonesia dilaksanakan secara masif di 38 provinsi melalui aksi gotong-royong dengan pelibatan pemangku kepentingan lintas sektor. Dalam mengimplementasikan WCD Indonesia. Pemerintah Kota Malang melalui DLH melakukan gerakan bersih-bersih di area sepanjang Jalan Ijen bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB).
Kegiatan yang dilakukan berupa penyapuan di koridor jalan yang menjadi ikon bagi Kota Malang tersebut pada, Minggu (20/9/2026).
Disamping itu, juga dilakukan pengangkutan sampah yang tercecer mulai Jalan Besar Ijen hingga Jalan Semeru. DLH tidak melakukan pembersihan sendiri, namun menggandeng berbagai pihak yakni jajaran samping serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub). Tidak hanya itu, WCD juga diterapkan dengan melakukan gerakan bersih sampah dan bersih sungai yang berlokasi di Sungai Metro Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru pada Minggu, 4 Oktober 2026, tepatnya di dekat tandon air Tugu Tirta. Dari bersih-bersih yang dilakukan antara kolaborasi DLH, Perumda Tugu Tirta, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), mahasiswa yang tergabung dalam komunitas peduli lingkungan serta masyarakat setempat menghasilkan sampah sebanyak 3 ton.
Kemudian, rangkaian ketiga yang merupakan puncak WCD. DLH menggelar kegiatan bersih-bersih dan penanaman pohon di area Sungai Metro pada Jumat, 9 Oktober 2026 yang dihadiri Wali Kota Malang, Forkopimda, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kota Malang, Lurah se-Kota Malang, Palang Merah Indonesia, Yayasan Gubuk e Wong Ngalam (GWN), Komunitas Malang Peduli Demokrasi (MPD), kader lingkungan, dunia usaha, perbankan, mahasiswa serta masyarakat sekitar.
Dalam perhelatan tersebut, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menyampaikan kegiatan WCD Tahun 2026 memiliki beberapa tujuan yakni dapat memperkuat kolaborasi pentahelix yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, sekolah, komunitas, perguruan tinggi serta media dalam mewujudkan lingkungan Kota Malang yang bersih, sehat dan berkelanjutan.
“Terpenting, WCD dapat menguatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah dan membangun kebiasaan baru dalam pengelolaan sampah dan meningkatkan kepedulian masyarakat dengan menumbuhkan persepsi bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama sehingga dapat mendorong timbulan sampah sejak dari sumbernya” jelas Raymond.
Dikatakannya, rangkaian WCD pihak yang terlibat sekitar 600 orang yang terdiri dari berbagai unsur. Keterlibatan tersebut meliputi unsur pemerintahan, Perumda Tugu Tirta, Forkompinda, Kader Lingkungan, dunia usaha, mahasiswa, media, organisasi kemasyarakatan serta instansi vertikal di Kota Malang. Raymond berharap, rangkaian kegiatan tersebut tidak berhenti sampai di situ tetapi dapat menjadi gerakan bersama dan berkelanjutan dalam mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah.
Pelaksanaan WCD yang dihelat mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Orang nomor satu di Kota Malang tersebut menyampaikan WCD digelar sebagai aksi sosial global dengan cara menjaga atau merawat lingkungan bersama. “Kita tanami pohon peneduh sekaligus bersih-bersih mengangkat sampah,” jelas Pak Mbois sapaan karib Wahyu Hidayat.
Disebutkannya, pelaksanaan WCD ini merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Kota Malang, dalam hal ini DLH bersama Perumda Tugu Tirta dan didukung semua Perangkat Daerah, TNI/Polri ditambah unsur-unsur masyarakat. “Sengaja pelaksanaan WCD ini digelar di Sungai Merjosari, apalagi, dengan adanya rangkaian penanaman bibit pohon sebagai bagian dari menjaga lingkungan,” jelas Wali Kota Malang.
Wahyu Hidayat menyampaikan kawasan permukiman Kelurahan Merjosari dialiri Sungai Metro aman dari banjir, namun menjaga lingkungan untuk lebih bersih dan nyaman menjadi tanggungjawab bersama.
“Kawasan ini nantinya akan kita dorong sebagai wisata air dan Pemerintah ikut hadir dengan memperkuat lingkungan melalui penanaman pohon sebagai penguat daya serap airnya,” jelas Wahyu Hidayat.
Dirinya berpesan bahwa peringatan WCD ini tidak sekedar membersihkan sampah namun menjadi momentum membangun kesadaran masyarakat agar peduli terhadap kelestarian lingkungan. (jo)



















